Dengan bauran kebijakan, maksud kami pertama, terus menaikkan suku bunga, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat daripada The Fed, sambil bersedia mentolerir beberapa fleksibilitas mata uang, tetapi juga secara oportunis melakukan intervensi di pa

Jakarta (ANTARA) – Mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Financial institution Indonesia Agus Martowardojo mengatakan diperlukan bauran kebijakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan pelemahan ekonomi world.

“Dengan bauran kebijakan, maksud kami pertama, terus menaikkan suku bunga, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat daripada The Fed, sambil bersedia mentolerir beberapa fleksibilitas mata uang, tetapi juga secara oportunis melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk memperhalus volatilitas,” katanya dalam SOE World Convention yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Financial institution sentral tidak dapat hanya berfokus pada menjaga nilai tukar rupiah. Kebijakan financial institution sentral yang menurunkan cadangan mata uang hanya dapat memperlambat laju depresiasi rupiah, tetapi tidak dapat membalikkan tren basic yang mengarah pada penguatan dolar AS dalam skala world.

Ia juga mengatakan diperlukan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk menghidupkan kembali penyaluran kredit perbankan kepada korporasi.

Inflasi juga perlu dikendalikan oleh Tim Pengendalian Inflasi baik di tingkat nasional maupun regional untuk memastikan pasokan terjaga, khususnya komoditas dengan harga yang bergejolak.

“Secara khusus, Financial institution Indonesia akan memperhatikan 2d spherical impact dari kenaikan harga BBM pada September lalu, dan ini kemungkinan akan membutuhkan beberapa penilaian karena faktor sisi penawaran akan berkontribusi signifikan terhadap kenaikan inflasi. Oleh karena itu BI harus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk memberikan beberapa efek mitigasi,” ucapnya.

Menurut dia, keseimbangan yang baik antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang hati-hati, sambil terus melanjutkan reformasi struktural secara bersama-sama akan menghasilkan bauran kebijakan yang akan membawa Indonesia melangkah ke depan dan mengurangi risiko world yang semakin tidak pasti.

Di tengah ketidakpastian, ia percaya bahwa penting untuk tidak mengabaikan peluang investasi jangka panjang, misalnya di sektor infrastruktur, yang dapat membantu memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami juga percaya lingkungan inflasi saat ini akan meningkatkan permintaan untuk solusi teknologi generasi berikutnya di berbagai bidang, seperti komputasi awan dan transformasi virtual, mungkin juga ada penerima manfaat dari fokus pada element realitas oleh pembuat kebijakan,” ucapnya.

Baca juga: Bank Dunia: Pemerintah perlu seimbangkan kebijakan suku bunga-fiskal

Baca juga: BI: Mobilitas jadi kunci utama pertumbuhan Indonesia di 2023

 

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *