Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Asosiasi Financial institution Pembangunan (BPD) Yuddy Renaldi yang juga Direktur Utama PT Financial institution BJB Tbk menyebut 13 BPD telah memenuhi kewajiban modal inti minimal sebesar Rp3 triliun sebagaimana tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2021.

“Dari overall BPD yang ada di Indonesia saat ini, masih ada 13 BPD dengan modal inti di bawah Rp3 triliun. Asbanda telah secara aktif berkomunikasi untuk mencari solusi menyikapi ketentuan tersebut,” katanya dalam webinar “Strategi Pemenuhan Modal Inti Minimal dan Peluang Konsolidasi Financial institution Pembangunan Daerah” di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, BPD dengan modal inti di bawah Rp3 triliun bukan financial institution sakit karena memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Rasio (CAR) di atas 25 persen dan masih mampu menghasilkan tingkat Go back On Fairness (ROE) berkisar 10 sampai 26,8 persen.

Hanya saja, penambahan modal bagi BPD yang berfokus pada foundation wilayah operasional belum tentu dapat diserap melalui ekspansi bisnis, mengingat skala ekonomi di tiap daerah berbeda.

“Bagi beberapa BPD, penambahan modal inti justru dapat menambah beban BPD terkait biaya modal sehingga keuntungan untuk pemerintah daerah selaku pemegang saham menjadi tidak optimum,” imbuhnya.

BPD yang belum memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp3 triliun diberikan waktu sampai 31 Desember 2024 oleh OJK.

Yuddy menambahkan sampai Juni 2022 kinerja BPD masih bertumbuh positif dengan overall aset mencapai Rp907,6 triliun atau tumbuh rata-rata 12,46 persen secara tahunan sejak 2022 dengan overall Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp7735,5 triliun atau tumbuh rata-rata tahunan 13,57 persen.

Penyaluran kredit mencapai Rp539,8 triliun atau tumbuh 6,94 persen dan laba bersih BPD Rp7,8 triliun atau rata-rata tumbuh 9,54 persen secara tahunan sejak 2020.

“Secara umum pangsa pasar BPD tumbuh selama pandemi. Ini mencerminkan BPD masih mampu melakukan ekspansi di tengah pandemi yang kelihatannya melandai, tapi ada absolute best typhoon yang masih perlu diantisipasi,” ucapnya.

Baca juga: OJK dukung kolaborasi BPD DKI-BPD Maluku Malut

Baca juga: Bank Sumut dukung ekonomi tumbuh melalui kredit ke sektor produktif

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *