Sangat potensi sekali kami menerbitkan baik itu obligasi, repo obligasi ESG, dan kombinasi-kombinasi lainnya

Jakarta (ANTARA) – PT Financial institution Mandiri (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi hijau atau inexperienced bonds pada 2023.

Direktur Treasury dan World Banking Financial institution Mandiri Panji Irawan mengatakan rencana tersebut tertuang dalam rencana bisnis financial institution (RBB) yang saat ini sedang disusun dan nantinya setelah rampung akan disetujui terlebih dahulu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penerbitan obligasi hijau merupakan salah satu yang kemungkinan besar akan kami terbitkan di tahun 2023, tergantung persetujuan OJK,” katanya dalam konferensi pers usai Mandiri Sustainability Discussion board 2022 yang dipantau secara bold di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan perseroan akan terus mendorong produk-produk ramah lingkungan. Tak hanya obligasi hijau, terdapat pula repo obligasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (surroundings, social, and governance/ESG) yang kemungkinan besar akan dimanfaatkan.

Langkah tersebut akan dilakukan melihat permintaan dari pasar untuk menyerap produk-produk ramah lingkungan.

Dari sisi liabilitas, Financial institution Mandiri telah menerbitkan produk ESG sebesar 800 juta dolar AS yang meliputi obligasi hijau senilai 300 juta dolar AS dan repo obligasi ESG sebesar 500 juta dolar AS.

Panji memperkirakan angka itu kemungkinan besar akan bertambah sesuai dengan rencana Financial institution Mandiri di dalam RBB pada tahun depan.

“Sangat potensi sekali kami menerbitkan baik itu obligasi, repo obligasi ESG, dan kombinasi-kombinasi lainnya,” ucap dia.

Menurutnya, tren international saat ini adalah menginginkan bumi yang lebih berkelanjutan dan memiliki lingkungan masa depan yang lebih baik, sehingga Financial institution Mandiri menjadikan hal tersebut sebagai tujuan dan komitmen.

Dengan demikian kondisi tersebut menjadi peluang perseroan untuk mendukung keperluan dari berbagai klien favorit yang memang ingin masuk kepada ESG dengan potensi sekitar 350 miliar dolar AS atau Rp5.000 triliun untuk berpindah dari konvensional kepada keuangan yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: BI: Potensi investasi infrastruktur hijau RI di atas 600 miliar dolar

Baca juga: Bank Mandiri berkomitmen penuhi 21-23 persen pembiayaan hijau RI

Baca juga: Bank Mandiri salurkan pembiayaan berkelanjutan hingga Rp221 triliun

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *