Keenam schedule itu saya rasa masih relevan pada kondisi saat ini dan juga ke depan, walaupun bisa saja formulasinya berbeda, tapi, inti dari permasalahannya kurang lebih akan sama

Jakarta (ANTARA) – Deputi Gubernur Senior Financial institution Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia berusaha terus mempertahankan tujuan pembangunan world untuk mendorong pertumbuhan ekonomi world yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Dalam seminar dan peluncuran buku bertajuk Indonesia’s Strategic Function In The G20 : Knowledgeable Views di Jakarta, Kamis, ia mengatakan dari sisi finance observe, ​​Presidensi G20 Indonesia telah merumuskan enam schedule prioritas yang meliputi, go out technique untuk mendukung pemulihan, mengatasi dampak pandemi untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan, dan sistem pembayaran di technology virtual.

Selain itu, juga sustainability finance, inklusi keuangan melalui inklusi keuangan virtual dan pengembangan UMKM, dan perpajakan internasional.

“Keenam schedule itu saya rasa masih relevan pada kondisi saat ini dan juga ke depan, walaupun bisa saja formulasinya berbeda, tapi, inti dari permasalahannya kurang lebih akan sama,” kata Destry.

Baca juga: AS dukung penuh Presidensi G20 & penguatan bilateral ekonomi dengan RI

Presidensi G20 Indonesia akan terus menjaga komitmen untuk menciptakan kebijakan yang smartly calibrated, smartly planed, dan smartly comunicated, sehingga dapat mendukung pemulihan yang berkelanjutan, seimbang dan inklusif dalam rangka mendukung perekonomian world.

Menurut dia, saat ini kondisi perekonomian dunia masih dibayangi ketidakpastian dengan fenomena yang dipenuhi dengan Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity atau biasa disingkat VUCA.

Di sisi lain, setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda- beda dalam upaya menjaga momentum pemulihan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia untuk dunia lebih baik lewat transisi energi

Reaksi kebijakan yang diambil oleh suatu negara pasti akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara lainnya, sehingga kebijakan yang salah langkah dapat menyebabkan krisis circle yang tidak ada ujungnya.

“Pada formulasi solusi itu, Indonesia memprioritaskan agar setiap anggota dapat menyuarakan pandangannya, agar tema Recuperate In combination, Recuperate More potent akan menjadi semakin relevan,” kata Destry.

Dengan permasalahan itu, dia menyebut Presidensi G20 Indonesia juga akan memastikan pertumbuhan ekonomi world yang berkelanjutan dan seimbang dapat terus dilanjutkan pada Presidensi G20 di India pada tahun 2023.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *