Jakarta (ANTARA) – Financial institution Indonesia (BI) memproyeksikan neraca transaksi berjalan Indonesia pada tahun 2022 akan mengalami surplus 0,4 persen produk domestik bruto (PDB) hingga 1,2 persen PDB, sehingga akan mendorong Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga.

“Perkiraan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian di pasar keuangan international yang diprakirakan masih tinggi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Oktober 2022 dengan Cakupan Triwulanan yang dipantau secara bold di Jakarta, Kamis.

Pada triwulan III-2022, neraca transaksi berjalan diproyeksikan kembali mencatat surplus, melanjutkan capaian pada triwulan sebelumnya dengan surplus sebesar 1,1 persen PDB, yang didorong oleh surplus neraca perdagangan sebesar 14,9 miliar dolar AS.

Selain berkat transaksi berjalan, Perry menuturkan ketahanan NPI pada akhir tahun ini akan ditopang kinerja neraca transaksi modal dan finansial yang tetap baik, terutama dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Adapun tekanan dari sisi arus modal asing memang meningkat, terutama dalam bentuk investasi portofolio, seiring dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan international. Investasi portofolio diperkirakan mencatat keluarnya arus modal asing bersih atau web outflow sebesar 2,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga tahun ini.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2022 tercatat sebesar 130,8 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Kendati demikian, dirinya menilai kinerja NPI tetap sehat sejalan dengan masih kuatnya kinerja ekspor nonmigas.

“Kinerja NPI pada 2023 diperkirakan tetap baik, ditopang oleh transaksi berjalan dan neraca transaksi modal dan finansial yang tetap cast, di tengah risiko berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan international,” jelasnya.

Baca juga: Gubernur BI: Ekonomi global melambat pada 2023, disertai risiko resesi

Baca juga: BI lanjutkan DP 0 persen kredit kendaraan bermotor & properti di 2023

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *