Jakarta (ANTARA) – PT Financial institution BTPN Syariah Tbk menetapkan Ongki Wanadjati Dana sebagai anggota dewan komisaris perseroan efektif in keeping with Kamis ini melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB),

Ongki saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Financial institution BTPN Tbk (BTPN), yang merupakan financial institution induk perseroan.

“Kami yakin peran Bapak Ongki akan memberikan kontribusi optimum bagi perseroan yang kini tengah bertransformasi mewujudkan aspirasi besarnya yakni Sharia Virtual Ecosystem for Unbanked dengan segala tantangannya,” kata Direktur Kepatuhan Arief Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ongki memulai karir sebagai Government Construction Program Trainee Citibank pada 1982, kemudian melanjutkan karir di berbagai financial institution ternama Indonesia, seperti Financial institution Common antara 1999-2002 dan Permata Financial institution pada 2002-2008.

Ongki kemudian bergabung di Financial institution BTPN sebagai Wakil Direktur Utama pada 2008-2019, hingga menjabat sebagai Direktur Utama pada 2019-2022. Terakhir, ia menjabat sebagai Komisaris Financial institution BTPN ditetapkan melalui RUPST pada 21 April 2022.

Susunan Dewan Komisaris BTPN Syariah selengkapnya adalah Kemal Azis Stamboel sebagai komisaris utama dan independen, Dewie Pelitawati sebagai komisaris independen, dan Ongki Wanadjati Dana serta Yenny Lim sebagai komisaris.

Perseroan tidak mengubah susunan anggota direksi maupun dewan pengawas syariah perseroan.

Perseroan juga telah mempublikasikan hasil kinerja semester satu 2022 pada Juli, dengan pembiayaan bertumbuh 11 persen secara tahunan menjadi Rp11,1 triliun.

Dana pihak ketiga mencapai Rp11,8 triliun atau tumbuh 12 persen secara tahunan dari Rp10,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, general aset BTPN Syariah tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi Rp20,1 triliun dari Rp17,4 triliun, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di posisi 48,4 persen.

Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp856 miliar sampai semester II 2022.

Baca juga: Punya pencadangan cukup, BTPN Syariah siap hadapi tantangan ekonomi

Baca juga: BTPN Syariah raih laba bersih Rp856 miliar pada semester I 2022

Baca juga: Pemegang saham setujui BTPN Syariah bagikan dividen Rp475,6 miliar

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *