Palembang (ANTARA) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota dari Conserving BUMN Pertambangan MIND ID meraup laba bersih Rp10 triliun pada kuartal III/2022 atau mengalami peningkatan 110 persen dibanding periode serupa pada tahun lalu (12 months on 12 months/yoy).

Direktur Utama PT Bukit Asam Asral Ismail mengatakan pencapaian laba bersih ini didukung dengan pendapatan sebesar Rp31,1 triliun yang meningkat 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan laba ini juga dipengaruhi kenaikan harga jual batu bara di pasar international, yang mana harga jual rata-rata Rp1,3 juta in line with ton pada kuartal III/2022, atau jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu terjadi kenaikan 143 persen,” kata Asral dalam konferensi pers secara digital, Kamis.

Ketika ditanya apakah performa penjualan ini sudah sesuai harapan, Asral mengatakan pada prinsipnya perusahaan terus melakukan kegiatan operasional secara ekselen sehingga produksi dapat dioptimalkan dan ditingkatkan mengikuti perkembangan pasar.

Terpenting, ia menambahkan dalam kegiatan produksi itu tetap dilakukan pengawalan biaya sehingga perusahaan dapat menerapkan efisiensi dan excellent mining pratice sesuai dengan ketentuan.

Perusahaan juga melakukan modifikasi dalam beragam kegiatan produksi sehingga jika terjadi fluktuasi dari harga batu bara maka sudah siap untuk menghadapinya, kata dia.

Adapun overall aset perusahaan in line with 30 September 2022 sebesar Rp41,2 triliun atau meningkat 28 persen dibanding kuartal III 2021 yang sebesar Rp 32,2 triliun.

Kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi international maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.

Berdasarkan information Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batu Bara Acuan (HBA) meningkat sekitar 101 persen persen dari USD 158,50 in line with ton pada Januari 2022 menjadi USD 319,22 in line with ton pada September 2022.

Pencapaian gemilang ini juga didukung kinerja operasional Perseroan yang cast di sepanjang kuartal III 2022.

PTBA mengedepankan price management di setiap lini perusahaan dan menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimum.

Pada kuartal III 2022, overall produksi batu bara PTBA mencapai 27,7 juta ton, meningkat 21 persen dibanding kuartal III 2021 yang sebesar 22,9 juta ton.

Sedangkan penjualan batu bara PTBA sampai dengan kuartal III 2022 sebanyak 23,5 juta ton, tumbuh 12 persen secara tahunan.

Porsi penjualan ekspor PTBA terus meningkat dari 33 persen pada Kuartal I 2022, 38 persen di kuartal II 2022, dan mencapai 44 persen pada kuartal III 2022.

Peningkatan porsi ekspor pada kuartal II dan III tersebut menyebabkan porsi ekspor sampai dengan kuartal III 2022 tercatat sebesar 38 persen dari seluruh penjualan.

Sementara realisasi Home Marketplace Legal responsibility (DMO) hingga kuartal III 2022 tercatat sebesar 14,4 juta ton atau 159 persen dari goal tahunan.

Baca juga: PT Bukit Asam bangun PLTS ekspansi ke bisnis energi terbarukan

Baca juga: PTBA terapkan digitalisasi pertambangan

 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *