Jakarta (ANTARA) – Ekonom Senior Chatib Basri sebut perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi prioritas belanja negara di 2023 saat perekonomian Indonesia diprediksi mengalami pelemahan.

High quality spending itu penting. Buat saya, yang paling penting dilakukan memproteksi kelompok rentan dalam bentuk pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan),” kata Chatib Basri dalam Mandiri Sekuritas Marketplace Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah mesti membedakan program yang harus dilakukan dan program yang sekadar ingin dilakukan.

Pasalnya, harga komoditas berpotensi menurun pada 2023 sehingga penerimaan negara diprediksi juga akan ikut menurun. Padahal pada saat yang sama, pemerintah juga menargetkan defisit APBN kembali ke bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ke depan, menurutnya, pemerintah juga perlu menerapkan coverage combine dimana suku bunga acuan Financial institution Indonesia 7 Days Opposite Repo Price tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi dan pengetatan pengeluaran negara perlu dilakukan secara berhati-hati.

“Jadi harus diterapkan coverage combine, termasuk penerapan kebijakan makro prudensial. Beberapa pengaturan untuk menjamin apa yang terjadi di pasar valuta asing perlu dilakukan, bukan untuk tagging the extent tapi smoothing the volatility,” katanya.

Ia memprediksi perekonomian Indonesia hanya akan mengalami pelemahan sebagai dampak dari resesi international karena ketergantungan yang rendah terhadap rantai pasok international sebagaimana tampak dari ekspor yang hanya menyumbang 24,68 persen dari PDB.

Di samping itu, hanya sekitar 15 persen dari overall Surat Berharga Negara (SBN) yang dipegang oleh investor luar negeri.

Baca juga: Sri Mulyani: Alokasi perlinsos capai Rp479,1 triliun dalam RAPBN 2023

Baca juga: CSIS: Target kemiskinan 2023 bisa tercapai jika perlinsos diperkuat

Baca juga: Pemerintah gunakan platform bantuan sosial yang sudah ada tahun depan


 

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *