Jakarta (ANTARA) – CrediMart sebagai B2B trade besutan CrediBook mencatatkan transaksi pembiayaan produktif bagi peritel sebesar lebih dari Rp500 miliar bekerja sama dengan Modal Rakyat, sebuah P2P Lending yang diawasi dan dilindungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan upaya kedua perusahaan dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Akses pembiayaan tersebut dihadirkan melalui fitur Bayar Pace di mana peritel dapat belanja grosir secara bold di CrediMart dengan metode pembayaran yang lebih fleksibel hingga tenor tujuh hari.

“CrediMart terus mencatat peningkatan transaksi dan pengguna fitur Bayar Pace. Pada kuartal III tahun ini, transaksi fitur Bayar Pace meningkat sebanyak 25 persen dan pengguna meningkat hingga 52 persen. Hingga saat ini, overall penyaluran pembiayaan produktif melalui fitur Bayar Pace bagi peritel telah mencapai lebih dari Rp 500 miliar,” ujar Gabriel dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Gabriel menyampaikan bahwa pengguna terbanyak fitur Bayar Pace adalah peritel di kota tier 2-3 atau house kabupaten yang tersebar di lebih dari 40 wilayah operasional.

“CrediMart ingin membantu peritel dalam mengakses fitur Bayar Pace hingga ke wilayah Kabupaten, bukan hanya kota-kota besar saja. Sehingga peritel di daerah juga bisa berkembang,” kata Gabriel.

Salah satu peritel yang terbantu dengan fitur Bayar Pace adalah Ibu Sri Katin di Mojokerto. Bayar Pace oleh CrediMart membantu pengelolaan modal usaha ritelnya.

“Di CrediMart produknya lengkap dan bisa bayar pace. Cara pakainya gampang dan bantu puter modal,” ujar Sri.

Selain Mojokerto, penggunaan aktif fitur Bayar Pace CrediMart juga berada di antaranya di Pamekasan, dan Probolinggo, Garut, Kuningan, Cilegon, Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.

Sementara itu, CEO Modal Rakyat Hendoko Kwik mengatakan kerjasama dengan CrediMart selaras dengan misi Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digagas OJK dalam memperluas akses pembiayaan alternatif bagi pelaku UMKM sektor produktif, dalam hal ini peritel.

“Peritel merupakan salah satu sektor yang belum memiliki akses memadai terhadap institusi keuangan formal. Kolaborasi Modal Rakyat bersama CrediMart dalam memberikan pembiayaan produktif ini tentu mendorong keberlanjutan bisnis peritel. Selain bisa meningkatkan inventory degree di toko, fitur Purchase Now Pay Later (BNPL) juga turut membantu peritel menambah variasi produk yang dijual,” ujar Hendoko.

Berdiri sejak 2018, hingga saat ini Modal Rakyat telah menyalurkan overall pembiayaan lebih dari Rp9 triliun untuk 102 ribu UMKM di Indonesia.

“Kami akan terus melanjutkan kolaborasi baik bersama startup, perbankan, dan pemerintah untuk terus mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Sinergi dengan CrediMart merupakan salah salah satu upaya untuk menjangkau UMKM yang lebih luas,” kata Hendoko.

Baca juga: Credibook terus dorong digitalisasi operasional bisnis pelaku UMKM

Baca juga: Credibook luncurkan dua layanan baru untuk UMKM

Baca juga: BI proyeksi transaksi digital banking capai Rp53.144 triliun pada 2022


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *