Sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat akan meningkat mengimbangi dampak kenaikan dari suku bunga acuan BI terhadap suku bunga perbankan

Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Financial institution Permata Josua Pardede menyampaikan perlunya investasi diarahkan ke sektor padat karya di tengah agresifnya kebijakan moneter, sebagai upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

Langkah tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di saat terus naiknya suku bunga acuan Financial institution Indonesia yang saat ini berada di stage 4,75 persen pada Oktober 2022.

“Sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat akan meningkat mengimbangi dampak kenaikan dari suku bunga acuan BI terhadap suku bunga perbankan,” kata Josua saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan kenaikan suku bunga BI akan berdampak langsung terhadap suku bunga perbankan, baik suku bunga deposito maupun suku bunga kredit.

Sehingga, masyarakat yang mengandalkan pembiayaan dari perbankan ataupun lembaga jasa keuangan lain, seperti kredit kendaraan bermotor atau properti akan terdampak, dimana besaran cicilan yang dibayarkan setiap bulannya akan naik.

“Khususnya bagi KPR karena bagi masyarakat yang memiliki kredit KPR, terutama yang floating ini kan menyesuaikan dengan adanya kenaikan dari suku bunga acuan BI,” kata Josua.

Namun demikian, hal ini juga bergantung dari kondisi likuiditas dan possibility urge for food perbankan, dimana kondisi likuiditas yang longgar dapat menjaga suku bunga kredit perbankan tidak naik secara signifikan.

“Dengan kondisi likuiditas yang tetap longgar saat ini, diharapkan bahwa kenaikan suku bunga kredit perbankan relatif tetap akan terjaga atau pun tidak akan naik signifikan,” kata Josua.

Seperti diketahui, BI menaikkan suku bunga acuan BI7DRR sebesar 50 foundation poin menjadi di stage 4,75 persen pada Oktober 2022 ini sebagai langkah entrance loaded, pre-emptive, dan ahead having a look untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang terlalu tinggi saat ini.

Baca juga: BNI sesuaikan bunga deposito dan kredit valas usai kenaikan bunga BI

Baca juga: BCA sebut kenaikan suku bunga acuan BI sesuai prediksi pasar

Baca juga: Ekonom: Kenaikan suku bunga BI jaga inflasi di kisaran 6-7 persen

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *