Jakarta (ANTARA) – Pelaksana harian (Plh) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Andin Hadiyanto mengatakan kondisi demografi Indonesia yang didominasi oleh generasi milenial, Y, dan Z dapat menjadi potensi utama pengembangan ekonomi virtual di Tanah Air.

“Hal ini karena generasi tersebut merupakan generasi yang dibesarkan di tengah mulai berkembangnya digitalisasi di segala bidang, sehingga mereka sangat mudah beradaptasi dengan teknologi,” ucap Andin dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo (PKE) 2022 yang dipantau secara bold di Jakarta, Senin.

Momentum pandemi COVID-19 telah mengakselerasi perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan ekonomi virtual, yang terlihat dari lonjakan digitalisasi yang semakin besar terutama karena adanya aplikasi bold dan ritel.

Upaya akselerasi transformasi virtual di bidang ekonomi, kata dia, menjadi salah satu strategi dalam memastikan tetap bergeraknya sektor ekonomi produktif untuk mendukung ekonomi berkelanjutan, khususnya di tengah keterbatasan akses fisik yang telah dirasakan dalam dua tahun terakhir.

Perkembangan transformasi virtual di Indonesia juga terus menunjukkan kinerja positif dan sangat baik. Nilai ekonomi virtual Indonesia pada tahun 2021 merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara, yaitu 70 miliar dolar AS dan diperkirakan mampu mencapai 146 miliar dolar di tahun 2025.

“Selain itu, 40 persen pangsa ekonomi virtual di Asia Tenggara itu juga ada di Indonesia,” ungkapnya.

Andin melanjutkan,sektor yang menjadi penopang ekonomi virtual di Indonesia adalah e-commerce dimana pada tahun 2021 nilainya mencapai 53 miliar dolar AS dan diprediksi pada tahun 2025 akan menjadi 104 miliar dolar AS.

Selain itu, sampai Juni 2022 terdapat pula sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM atau setara 30,4 persen dari overall UMKM, yang bergabung dalam platform e-commerce,

Adapun upaya penguatan ekonomi virtual dan pembangunan ekonomi berkelanjutan juga menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045 berdaulat, adil, dan makmur sehingga bisa menjadi salah satu negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar kelima di dunia.

Baca juga: Pemerintah siapkan kebijakan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital

Baca juga: Sandi: Generasi Z dan Y akan membuat transformasi digital lebih cepat

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *