Jakarta (ANTARA) – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam melakukan pengukuran developmental have an effect on dalam rangka memperkuat ekosistem ekspor berkelanjutan.

Pengukuran ini sebagai indikator kontribusi LPEI terhadap pengembangan ekspor nasional dari penggunaan Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Dukungan PMN ini tentunya membuat LPEI memiliki tingkat permodalan yang lebih baik untuk mengatasi dinamika ekonomi dalam menjalankan mandat ke depan,” kata Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso di Jakarta, Rabu.

Secara agregat ekonomi atas fasilitas pembiayaan, debitur dan provide chain ternyata developmental have an effect on LPEI telah berkontribusi sebesar 8 persen terhadap nilai ekspor barang sepanjang periode Juli 2021 sampai Juni 2022.

Developmental have an effect on LPEI lainnya yaitu Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) 2,48 kali dari pembiayaan yang diberikan.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja atas aktivitas debitur LPEI termasuk provide chain debitur LPEI dari hulu hingga ke hilir secara overall sebesar 50 orang in keeping with Rp1 miliar.

Sepanjang enam bulan pertama pada 2022 secara yr on yr (yoy), overall remarkable penjaminan atau komersial dan PEN LPEI mencapai Rp12,4 triliun atau naik 24,5 persen.

Sementara plafon asuransi sebesar Rp17,5 triliun atau meningkat 82,3 persen dan quantity industry finance mencapai Rp8,4 triliun yang melonjak sebesar 125,8 persen.

Adapun rasio pembiayaan UMKM terhadap overall pembiayaan in keeping with Juni 2022 yakni sebesar 16,9%.

Ke depannya, fokus LPEI adalah meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM melalui berkolaborasi dengan ekosistem ekspor dalam rangka mewujudkan past finance, developmental have an effect on dan sustainability.

Oleh sebab itu, sepanjang awal tahun ini hingga Juni LPEI melakukan pendampingan Training Program for New Exporters (CPNE) kepada 284 UMKM berorientasi ekspor di lima kota yaitu Semarang, Aceh, Jakarta dan Bandung.

LPEI turut memberikan fasilitas marketplace handholding untuk membantu pemasaran produk UMKM.

According to Juni 2022 LPEI memiliki 496 produk yang diunggah pada akun Alibaba dan melakukan trade matching ke Australia, Arab Saudi, Nigeria, Korea Selatan dan Inggris.

Hingga Juni 2022, jasa konsultasi LPEI telah melakukan capability development kepada 12.901 petani dan nelayan yang menciptakan 134 desa devisa dan melahirkan 123 eksportir baru.

Baca juga: LPEI salurkan pembiayaan kepada 224 UMKM ekspor per Agustus

Baca juga: BSI kerja sama dengan LPEI perkuat layanan ekspor

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *