Jumlah rekening nasabah yang dijamin seluruh simpanannya oleh LPS in line with September 2022 adalah sebanyak 99,93 persen dari overall rekening atau setara 494,39 juta rekening

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin 494,39 juta rekening nasabah atau 99,93 persen dari overall rekening nasabah in line with September 2022.

“Jumlah rekening nasabah yang dijamin seluruh simpanannya oleh LPS in line with September 2022 adalah sebanyak 99,93 persen dari overall rekening atau setara 494,39 juta rekening,” kata  Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala IV Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) 2022 yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Pada September 2022 LPS telah menetapkan kenaikan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) bagi simpanan dalam rupiah di financial institution umum dan financial institution perkreditan rakyat (BPR) masing-masing sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen dan 6,25 persen.

TBP untuk simpanan dalam valuta asing (valas) di financial institution umum juga dinaikkan sebesar 50 bps menjadi 0,75 persen.

Dalam memutuskan kenaikan TBP tersebut, LPS memperhatikan beberapa faktor, antara lain kebutuhan untuk memberi ruang perbankan dalam merespons kebijakan suku bunga financial institution sentral dengan menjaga kecukupan cakupan penjaminan dan tetap suportif bagi fungsi intermediasi perbankan, transmisi kenaikan suku bunga acuan terhadap suku bunga simpanan di tengah likuiditas perbankan yang masih longgar, penguatan sinergi kebijakan dengan otoritas lain dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi, dan cakupan penjaminan masih cukup stabil.

LPS akan terus melakukan asesmen dan evaluasi terhadap perkembangan kondisi perekonomian dan perbankan yang signifikan serta berpotensi mempengaruhi penetapan TBP.

LPS dan KSSK juga akan terus meningkatkan koordinasi, baik dalam pemantauan dan asesmen bersama terkait dinamika yang sedang terjadi serta potensi risikonya ke depan, maupun dalam mempersiapkan coordinated coverage reaction untuk memitigasi dampak terhadap kondisi perekonomian dan SSK domestik yang memburuk.

“Untuk itu, akan terus dilakukan penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan,” kata Purbaya.

Baca juga: LPS: Literasi digital masyarakat Indonesia perlu terus ditingkatkan

Baca juga: LPS: Gap antara literasi dan inklusi keuangan masih jadi tantangan RI

Baca juga: LPS optimistis Indonesia masih mampu tumbuh baik pada 2023

 

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *