Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam konferensi pers bertajuk Arah Kebijakan Penguatan Inklusi Keuangan yang dipantau di Jakarta, Jumat, mencatat capaian program inklusi keuangan anak muda terus mengalami peningkatan seiring dengan gencarnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan.

Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyampaikan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai angka 49,6 juta rekening tabungan dengan general nilai Rp27,66 triliun hingga triwulan II-2022.

Dengan itu, sebanyak 76,73 persen pelajar telah memiliki rekening dari 64,6 juta pelajar yang tercatat pada tahun 2021. Adapun goal pemerintah sebanyak 80 persen pelajar memiliki rekening pada tahun 2022.

“Kalau kita lihat angkanya menggembirakan, sudah 49,6 juta rekening dengan 76,7 persen pelajar di Indonesia sudah punya rekening,” kata Friderica.

Adapun program ini merupakan implementasi dari Keputusan Presiden RI No. 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung (HIM), sekaligus bentuk Aksi Pelajar Indonesia Menabung (APIM) yang mendorong seluruh pelajar untuk memiliki rekening tabungan.

Kemudian, dia melanjutkan program Simpanan Pelajar (SimPel) telah mencapai angka 41,98 juta rekening tabungan dengan general nilai Rp7,1 triliun hingga triwulan II-2022.

Dalam program ini, juga terdapat perjanjian kerja sama dengan 485.961 sekolah dan 404 financial institution.

Selanjutnya, dia menyebut program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) telah mencapai angka 96,94 ribu rekening tabungan dengan general nilai Rp204,1 miliar hingga triwulan II-2022.

Pada Agustus 2022, pihaknya telah menyesuaikan generic fashion SiMuda menjadi SiMuda Gen 2 dengan memperluas cakupan tujuan dan memberikan relaksasi fitur sebagai produk tabungan berjangka/ rencana.

Adapun program ini merupakan program tabungan bagi kelompok usia 18 hingga 30 tahun yang dilengkapi fitur asuransi dan produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan.

Dia menyampaikan bahwa berbagai program inklusi keuangan ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam pembukaan rekening tabungan, namun, juga dibarengi pemberian edukasi terlebih dahulu kepada anak muda.

“Misalnya kalau SiMuda kita siapkan juga, misalkan nanti kalau mereka mau investasi ke depan diarahkan untuk beli reksadana atau asuransi atau bahkan untuk persiapan mereka nyicil beli rumah ke depan,” kata Friderica.

Baca juga: OJK : Penyelenggaraan BIK guna perluas akses keuangan masyarakat

Baca juga: OJK tekankan perlindungan investor dalam pengembangan pasar modal

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *