Chatbot ini akan menggunakan AI (Synthetic Intelligence), kemudian bisa meng-capture, bisa melihat catatan di media sosial, melihat perkembangan yang ada, itu sangat canggih

Jakarta (ANTARA) –

Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengatakan inovasi Client Reinforce Generation (CST) berupa chatbot akan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pertanyaan atau pengaduan kepada pihaknya.

 

Dia menyebut layanan ini dapat merespons pertanyaan maupun pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat secara cepat dan akurat.

 

“Chatbot ini akan menggunakan AI (Synthetic Intelligence), kemudian bisa meng-seize, bisa melihat catatan di media sosial, melihat perkembangan yang ada, itu sangat canggih. Jadi sangat membantu tugas dan fungsi OJK yang selama ini sudah berjalan, tetapi akan dimudahkan dan di akselerasi dengan adanya teknologi ini, ” kata Friderica dalam OJK Digital Innovation Day (OVID) 2022 di Jakarta, Senin.

 

Dia mengatakan layanan chatbot ini akan menjadi one gate resolution yang terintegrasi dengan layanan OJK lain seperti, aplikasi chat (Whatsapp, Telegram, Line), site, media sosial, dan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), sehingga akan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pertanyaan atau pengaduan.

 

Dia melanjutkan layanan ini menggunakan giant knowledge analytics, device finding out, textual content mining dan teknologi lainnya dalam memperkuat pengawasan marketplace behavior untuk menangani keluhan dan mengidentifikasi perilaku penyedia jasa keuangan yang berpotensi melanggar prinsip perlindungan konsumen.

Baca juga: OJK terima 99,5 persen pengaduan terkait IKNB dan perbankan

 

Selain itu melalui layanan ini, pihaknya dapat melacak iklan layanan keuangan yang mengandung unsur pelanggaran marketplace behavior, baik yang di-posting di media sosial maupun site/ aplikasi. Lalu, dapat melacak pelanggaran marketplace behavior yang dilakukan oleh penyedia layanan jasa keuangan di media sosial.

 

Kemudian dapat mengedukasi konsumen dan otomatisasi dalam menangani pertanyaan atau menganalisis keluhan konsumen secara responsif, dan sebagai bentuk digitalisasi kontak 157 helpline OJK.

 

Dia menyebut proyek layanan ini melibatkan beberapa satuan kerja (satker) dan didukung oleh Biil Melinda Gates Basis berupa Technical Assistant dari Microsave Guide yang sudah dimulai pada tahun 2019.

 

Ke depan dia menyampaikan OJK akan menjadi percontohan bagi regulator yang menerapkan teknologi chatbot berbasis AI dalam meningkatkan perlindungan konsumen, seperti, sosialisasi, coaching, dan finding out services and products, penanganan komplain secara otomatis, virtual buyer services and products and virtual library, wisdom control gadget, dan seek engine dan digital help.

Sebagai informasi, OJK meluncurkan tiga inovasi yang meliputi layanan Chatbot, Virtual Monetary Literacy Modules, dan OJK’s SupTech and RegTech Capability Development, dalam OVID 2022 bertajuk “Development Believe in Virtual Monetary Ecosystem”.

Baca juga: OJK luncurkan 3 inovasi tingkatkan kepercayaan pada keuangan digital

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *