Kebutuhan untuk membangun virtual accept as true with menjadi sangat basic mengingat meningkatnya berbagai risiko seiring dengan semakin terdigitalisasinya seluruh aktivitas masyarakat

Jakarta (ANTARA) –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam OJK Digital Innovation Day (OVID) 2022 di Jakarta, Senin, meluncurkan tiga inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan virtual atau virtual accept as true with machine.

Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyampaikan pihaknya telah meluncurkan, pertama, Virtual Monetary Literacy Modules untuk meningkatkan pemahaman konsumen sebelum memilih layanan atau produk keuangan virtual.

Kedua, meluncurkan Chatbot Buyer Enhance Generation untuk menangani pertanyaan dan/ atau keluhan konsumen melalui robotic virtual.

Ketiga, meluncurkan OJK’s SupTech and RegTech Capability Construction untuk mempercepat digitalisasi dalam rangka mengoptimalkan efektivitas pengawasan dan perizinan terintegrasi berbasis Data Generation (IT).

Dia mengatakan peluncuran ketiga inovasi ini dalam rangka meningkatkan perlindungan konsumen, meningkatkan literasi virtual konsumen, dan meningkatkan kapasitas pengetahuan pegawai OJK dalam melakukan pengawasan.

“Chatbot dan modul literasi keuangan virtual adalah bukti nyata dari OJK untuk masyarakat dalam memanfaatkan teknologi fashionable, khususnya dalam mengakses information keluhan nasabah secara real-time dan mengidentifikasi potensi misconduct secara akurat serta meyakinkan konsumen bahwa suara mereka didengar, ” kata Friderica.

Adapun pengembangan ketiga inovasi ini dilakukan bersama berbagai lembaga donor, seperti Asian Building Financial institution (ADB) , Invoice Melinda Gates Basis, Cambridge Middle for Selection Finance, dan Global Financial institution.

 

Dalam kesempatan sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan ekosistem monetary era (fintech) yang inovatif, bertanggung jawab, dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen.

 

“Kebutuhan untuk membangun virtual accept as true with menjadi sangat basic mengingat meningkatnya berbagai risiko seiring dengan semakin terdigitalisasinya seluruh aktivitas masyarakat,” kata Mahendra.

 

Selain untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, dia menjelaskan pengembangan inovasi virtual accept as true with juga untuk memitigasi risiko, memanfaatkan layanan dan produk keuangan virtual yang menyakinkan konsumen bahwa aset, information, dan privasinya dapat terjaga secara aman.

 

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *