Hal ini tidak lepas dari kontribusi bersama dalam menerapkan strategi perusahaan, menjaga pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama PT Financial institution Permata Tbk (PermataBank) Meliza M Rusli mengatakan PermataBank mencatat laba bersih sebesar Rp2,2 triliun hingga kuartal III 2022 atau tumbuh 170 persen secara tahunan yr on yr.

Pertumbuhan laba ini dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan operasional dan bunga bersih masing-masing sebesar 14,4 persen (yoy) dan 12,1 persen (yoy),

“Sebuah pencapaian yang perlu kami syukuri karena sampai dengan kuartal III 2022 ini, PermataBank dapat membukukan kinerja keuangan yang sehat dan cast. Hal ini tidak lepas dari kontribusi bersama dalam menerapkan strategi perusahaan, menjaga pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan,” kata Meliza dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Penyaluran kredit oleh PermataBank tumbuh 9,2 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp135,7 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi dan KPR masing-masing sebesar 9,2 persen dan 19,1 persen.

Financial institution pun tetap menjalankan prinsip kehati-hatian sehingga rasio NPL (non-performing mortgage) gross atau kredit macet di akhir September 2022 terjaga pada degree 3,1 persen, membaik dibandingkan dengan posisi akhir September 2021 sebesar 3,3 persen.

Rasio NPL protection terjaga baik di kisaran 238 persen, atau meningkat dibandingkan pada Desember 2021 di posisi 227 persen maupun September 2021 sebesar 217 persen. Financial institution terus mengupayakan penyelesaian kredit bermasalah melalui upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.

Sampai dengan kuartal III 2022 giro dan tabungan (CASA) tumbuh 10,6 persen yoy menjadi Rp95,8 triliun yang dikontribusikan oleh pertumbuhan giro sebesar 10,2 persen dan pertumbuhan tabungan sebesar 11,1 persen sehingga rasio CASA PermataBank meningkat dari 54 persen di Desember 2021 menjadi 59,3 persen.

Rasio permodalan financial institution adalah salah satu yang terkuat di antara 10 besar financial institution komersial, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 33,2 persen dan 25,1 persen, yang mana hal ini menjadi key enabler bagi financial institution untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun anorganik.

“Dalam memperluas segmen dan memperdalam hubungan dengan pelanggan, sebagai bagian dari Bangkok Financial institution Staff, PermataBank terus memperluas ekosistem spouse financial institution serta membangun sinergi dengan Bangkok Financial institution melalui keahlian dan dukungan mereka di perbankan korporasi, serta inisiatif lintas negara,” imbuhnya.

Baca juga: PermataBank berikan pembiayaan syariah Rp1,5 triliun kepada LINK

Baca juga: PermataBank berikan pembiayaan Rp910 miliar untuk PT BKMS

Baca juga: PermataBank ungkap alasan belum ingin hadirkan metaverse

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *