Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa reformasi struktural dalam jangka panjang akan mendorong tercapainya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dalam jangka panjang, untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, grand technique yang akan dilanjutkan di tahun 2023 adalah mendorong kembali reformasi struktural, salah satunya melalui implementasi UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya terutama terkait dengan penyederhanaan dan kemudahan di dalam proses perizinan, dan perluasan berbagai bidang usaha untuk investasi,” kata Susiwijono dalam acara Inspirato Sharing Consultation bertajuk “Sherpa observe G20: Mampukah Percepat Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Indonesia”, melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan bahwa dalam komunitas world saat ini, termasuk G7 dan G20, mulai menggambarkan arsitektur sistem perekonomian di masa depan.

“Melalui tema Recuperate In combination, Recuperate More potent, Indonesia akan mengedepankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam upaya pemulihan agar tidak ada orang, negara, atau wilayah yang tertinggal. Go away no person at the back of,” kata Susiwijono.

Dia menyebut Indonesia mendukung penggalangan kerja sama ekonomi multilateral, membuka jalan stabilitas perekonomian dunia, dan memfasilitasi suasana kondusif untuk pemulihan ekonomi dunia yang berkelanjutan, terutama di masa pasca pandemi ini.

Lanjut dia, discussion board G20 akan berdampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi melalui tiga pendekatan utama, yakni penguatan kerja sama multilateral, concrete deliverables sebagai aksi nyata, dan penetapan arah untuk kebijakan ekonomi dan keuangan ke depan.

Dia berharap discussion board ini dapat menjadi discussion board conversation yang memfokuskan pada upaya penyelesaian dampak krisis world yang akan menjadi referensi, serta solusi berbagai permasalahan yang dihadapi dunia.

Adapun, dalam Presidensi G20 tahun ini, Indonesia memperkenalkan pendekatan baru, yakni concrete deliverables yang berisi proyek, program, atau inisiatif yang sedang dikerjakan bersama oleh negara-negara anggota G20.

“Sesuai arahan bapak presiden, supaya Presidensi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan bagi masyarakat dunia serta yang paling penting adalah meningkatkan peran, profil, dan publicity Indonesia di mata dunia,” kata Susiwijono.

Baca juga: Wamenkeu sebut akan lanjutkan reformasi struktural di pertemuan APEC

Baca juga: Menkeu: Implementasi reformasi struktural masih jadi pekerjaan rumah

Baca juga: Sri Mulyani: RI terbukti bisa manfaatkan momentum untuk reformasi


 

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *