Dolar AS menguat dibalik perilisan information tenaga kerja AS yang hasilnya optimis

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan terkoreksi, menyusul kembalinya ekspektasi pasar bahwa financial institution sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), masih akan tetap agresif menaikkan suku bunga.

Rupiah ditutup melemah 67 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp15.318 consistent with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.251 consistent with dolar AS.

“Dolar AS menguat dibalik perilisan information tenaga kerja AS yang hasilnya optimis,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Menguatnya dolar AS seiring optimisnya information ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) AS yang menunjukkan pertumbuhan sebanyak 26 ribu tenaga kerja, lebih tinggi dari estimasi 250 ribu tenaga kerja.

Sementara itu information lain yaitu tingkat pengangguran juga menunjukkan penurunan menjadi 3,5 persen, lebih baik dari estimasi di stage 3,7 persen.

Baca juga: Dolar menguat tipis, ditopang alasan kenaikan suku bunga AS cukup kuat

Dengan mempertimbangkan information ekonomi AS yang optimis dan pernyataan pejabat The Fed yang cenderung hawkish, pasar saat ini kembali berekspektasi akan ada kenaikan suku bunga sebesar 75 foundation poin dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selanjutnya.

Di sisi lain, ada kekhawatiran pasar terhadap ketegangan geopolitik setelah adanya ledakan di sebagian jembatan Krimea yang sangat penting untuk suplai perang Rusia.

Selain itu Korea Utara yang dikabarkan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah perairan timurnya pada Minggu (9/10), yang mana ini merupakan tindakan terbaru dari serangkaian uji senjata baru-baru ini sehari setelah penempatan kembali kapal induk AS di dekat Semenanjung Korea, telah memperburuk ketegangan regional.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.275 consistent with dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.273 consistent with dolar AS hingga Rp15.319 consistent with dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Buck Fee (JISDOR) Financial institution Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.299 consistent with dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.246 consistent with dolar AS.

Baca juga: Harga minyak jatuh, dipicu pasar ambil untung saat khawatir permintaan

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *