Ekspektasi ini mendorong pasar melepas aset dolar dan masuk lagi ke aset berisiko termasuk rupiah dan bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah lagi hari ini terhadap dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis, berpotensi menguat di tengah isu perlambatan kenaikan suku bunga financial institution sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah pagi ini melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp15.564 in keeping with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.563 in keeping with dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan saat ini sedang berkembang ekspektasi bahwa financial institution sentral AS The Federal Reserve akan memperlambat kenaikan suku bunga acuannya mulai Desember mendatang.

“Ekspektasi ini mendorong pasar melepas aset dolar dan masuk lagi ke aset berisiko termasuk rupiah dan bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah lagi hari ini terhadap dolar AS,” ujar Ariston.

Kendati demikian, lanjut Ariston, di sisi lain pasar masih mewaspadai kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Kekhawatiran ini mendorong kenaikan harga aset berisiko menjadi tertahan,” kata Ariston.

Information ekonomi yang melemah memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju siklus kenaikan suku bunganya.

Pedagang dan ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga 75 foundation poin (bps) keempat kalinya berturut-turut pada pekan depan, tetapi ada spekulasi yang berkembang bahwa financial institution sentral akan memperlambat kenaikan suku bunga menjadi 50 bps pada Desember.

Pandangan bahwa The Fed dapat mulai berubah arah pada Desember diperkuat oleh information pada Selasa (25/10) yang menunjukkan harga rumah AS merosot pada Agustus karena lonjakan suku bunga KPR melemahkan permintaan.

Information penjualan rumah keluarga tunggal baru AS juga turun pada September dan information untuk bulan sebelumnya direvisi lebih rendah, mendukung pandangan bahwa kenaikan suku bunga The Fed sudah bekerja terhadap ekonomi terbesar di dunia itu.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak ke arah Rp15.500 in keeping with dolar AS dengan potensi resisten Rp15.600 in keeping with dolar AS.

Pada Rabu (26/10) lalu, rupiah ditutup menguat 60 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp15.563 in keeping with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.623 in keeping with dolar AS.

Baca juga: Rupiah ditutup menguat, ditopang sinyal Fed tak akan terlalu agresif

Baca juga: Rupiah melemah saat The Fed diprediksi masih akan agresif

Baca juga: Rupiah menguat dipicu kekhawatiran ekonomi memburuk akibat suku bunga

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *