Pasar tidak melihat kenaikan suku bunga 50 foundation poin itu cukup, apalagi sebagai pre-emptive

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore melemah, meski hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Financial institution Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.

Rupiah ditutup melemah 74 poin atau 0,47 persen ke posisi Rp15.572 in line with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.498 in line with dolar AS.

“Pasar tidak melihat kenaikan suku bunga 50 foundation poin itu cukup, apalagi sebagai pre-emptive,” kata Analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 foundation poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen, setelah pada bulan lalu turut meningkatkan bunga acuan dengan besaran yang sama.

Selain bunga acuan, financial institution sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

BI menyebut keputusan itu sebagai langkah entrance loaded, pre-emptive, dan ahead taking a look untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi atau overshooting.

Baca juga: BI kembali naikkan suku bunga acuan 50 bps, menjadi 4,75 persen

Selain itu keputusan tersebut untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 2-4 persen lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Apalagi dolar AS mulai kembali menguat di tengah sentimen pasar yang kembali possibility off oleh kekhawatiran resesi,” ujar Lukman.

Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan suku bunga financial institution sentral untuk menahan inflasi dapat mendorong ekonomi world mengalami kontraksi.

Sejumlah komentar hawkish dari pejabat financial institution sentral AS, Federal Reserve (Fed), mengguncang pasar minggu ini. Salah satunya komentar dari Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang memperingatkan bahwa inflasi yang terlalu panas dapat memacu The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan di atas 4,75 persen, degree tertinggi sejak 2007.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.535 in line with dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.531 in line with dolar AS hingga Rp15.588 in line with dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Greenback Price (JISDOR) Financial institution Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.579 in line with dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.491 in line with dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah, pasar khawatir resesi global & pengetatan bank sentral

Baca juga: Dolar menguat, terangkat yield obligasi dan yen jatuh dekati level 150

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *