Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore menguat di tengah pelaku pasar yang menunggu sejumlah rilis information ekonomi international maupun domestik.

Rupiah ditutup melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.567 according to dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.563 according to dolar AS.

“Saya melihat pelaku pasar cenderung wait and spot menjelang rilis beberapa information ekonomi besar baik AS (PDB dan PCE) maupun Indonesia (inflasi Oktober) dan juga pertemuan financial institution sentral utama dunia seperti ECB, BoJ, RBA, FOMC dan BoE,” kata analis DCXF Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan, pasar masih memperkirakan kenaikan 75 foundation poin, meskipun ada isu bahwa The Fed akan memilih kenaikan yang lebih kecil pada Desember.

Information perumahan yang dirilis minggu ini, yang menunjukkan bahwa harga rumah keluarga tunggal AS merosot pada Agustus dan penjualan rumah keluarga tunggal baru AS turun pada September, memberikan lebih banyak bukti bahwa siklus pengetatan agresif The Fed sudah memperlambat ekonomi.

Terkait inflasi domestik, Survei Pemantauan Harga Financial institution Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Oktober akan mencapai 0,05 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (monthly/mtm), yang ditopang kenaikan harga bensin.

Perkiraan tersebut berasal dari perkembangan harga sampai dengan minggu ketiga Oktober 2022. Komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2022 sampai dengan minggu ketiga yaitu bensin sebesar 0,05 persen (mtm), tarif angkutan dalam kota sebesar 0,04 persen (mtm), serta angkutan antar kota, rokok kretek filter out, tahu mentah, tempe, dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan inflasi Oktober 2022 akan mencapai 5,88 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan September 2022 yang sebesar 5,95 persen (yoy).

Di sisi lain, lanjut Lukman, pada hari ini dolar AS sendiri terlihat rebound seiring dengan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.549 according to dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.548 according to dolar AS hingga Rp15.587 according to dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Buck Price (JISDOR) Financial institution Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp15.573 according to dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.596 according to dolar AS.

Baca juga: Dolar melemah seiring meningkatnya harapan Fed berubah kurang agresif

Baca juga: Emas terangkat 11,20 dolar didukung penurunan dolar dan imbal hasil AS

Baca juga: Minyak turun di Asia terseret kekhawatiran permintaan China melambat


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *