Rupiah ditutup melemah 65 poin atau 0,43 persen ke posisi Rp15.427 in line with dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak melemah dipicu pelaku pasar yang masih menghindari aset berisiko.

Rupiah ditutup melemah 65 poin atau 0,43 persen ke posisi Rp15.427 in line with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.362 in line with dolar AS.

“Saya melihat investor cenderung masih menghindari rupiah oleh ekspektasi inflasi Indonesia yang akan meningkat,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, rupiah juga gagal menguat di tengah sentimen chance on di bursa international dan pelemahan dolar AS.

Walau sebenarnya, lanjutnya, information inflasi AS semalam seharusnya semakin menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.

“Namun reaksi sesaat pasar dengan aksi promote the inside track¬†justru melemahkan dolar AS. Rupiah yang telah melemah di awal perdagangan, semakin melemah setelah dolar AS rebound di sore hari,” ujar Lukman.

Indeks harga konsumen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada September dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memberikan kenaikan suku bunga 75 foundation poin (bps).

Indeks harga konsumen naik 0,4 persen bulan lalu setelah naik 0,1 persen pada Agustus. Secara tahunan, indeks harga konsumen meningkat 8,2 persen setelah naik 8,3 persen pada Agustus.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.365 in line with dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.365 in line with dolar AS hingga Rp15.428 in line with dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Greenback Price (JISDOR) Financial institution Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.390 in line with dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.357 in line with dolar AS.

Baca juga: Reli dolar berhenti sejenak setelah pasar saham global “rebound”

Baca juga: Rubel menguat terhadap dolar, saham Rusia relatif stabil

Baca juga: Rupiah melemah seiring data inflasi AS yang masih tinggi

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *