Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Financial institution Indonesia pada tengah pekan ini.

Rupiah ditutup menguat 24 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp15.464 in keeping with dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.488 in keeping with dolar AS.

“Rupiah sebenarnya masih dalam tekanan terutama dari domestik. Rupiah menguat tidak terlalu besar di tengah sentimen possibility on dan melemahnya dolar AS,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Lukman, pelaku pasar juga masih mengantisipasi hasil RDG BI pada Kamis (20/10) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga antara 25 foundation poin (bps) hingga 50 bps.

“Untuk membendung tekanan pada rupiah, pasar mengharapkan setidaknya 50 bps untuk mengimbangi ekspektasi inflasi yang semakin tinggi,” ujar Lukman.

RDG BI pada 21-22 September 2022 lalu memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Opposite Repo Fee (BI7DDR) sebesar 50 bps dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Financial institution sentral juga meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari tiga persen menjadi 3,5 persen dan 4,5 persen menjadi lima persen.

Keputusan kenaikan suku bunga tersebut disebut sebagai langkah entrance loaded, pre-emptive, dan ahead having a look untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran dua persen hingga empat persen pada paruh kedua 2023.

Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan guna memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan international, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.470 in keeping with dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.445 in keeping with dolar AS hingga Rp15.481 in keeping with dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Greenback Fee (JISDOR) Financial institution Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp15.469 in keeping with dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.480 in keeping with dolar AS.

Baca juga: Dolar melemah, sentimen investor didukung perubahan anggaran Inggris

Baca juga: Harga minyak naik di Asia, dipicu pasokan yang ketat & pelemahan dolar

Baca juga: Saham Asia naik, terkerek perubahan kebijakan fiskal Inggris


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *