Kami pantau terus INA ini. Apa yang sudah dilakukan baik dari Grasp Settlement, Head of Settlement, dan seterusnya kita lihat element yang diminta dilakukan dengan sesuai.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeuu) Suahasil Nazara  optimistis Indonesia Funding Authority (INA) akan menjadi katalis dari berbagai investasi besar.

“Kami pantau terus INA ini. Apa yang sudah dilakukan baik dari Grasp Settlement, Head of Settlement, dan seterusnya kita lihat element yang diminta dilakukan dengan sesuai,” kata Suahasil dalam BNI Investor Day-to-day Summit 2022 di Jakarta, Rabu.

Pemerintah sudah memberikan modal awal INA senilai 5 miliar dolar AS atau Rp75 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: FDI RI harus 4,5 persen dari PDB untuk capai Visi 2045

Pada awal pembentukan, lembaga pengelola investasi tersebut telah mendapatkan komitmen hingga 25 miliar dolar AS dari mitra investasi.

Sejauh ini, INA telah mengakuisisi dua aset jalan tol di Jaringan Trans Jawa serta berinvestasi di On-line Trip Agent (OTA) terbesar di Indonesia melalui non-public debt deal.

INA akan terus berfokus pada pelaksanaan investasi dengan perkiraan overall pipeline hingga 2,6 miliar dolar AS pada tahun 2022 di berbagai sektor, termasuk beberapa strategi dana tematik.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sampai dengan 22 Agustus 2022, INA telah menandatangani satu Grasp Settlement, dua Head of Settlement, tujuh Letter of Intent (LOIs), dua Binding Be offering, satu Conditional Gross sales Acquire Settlement (CSPA), dan 74 Non-Disclosure Settlement (NDA) dengan BUMN, calon investor, penasehat hukum, serta financial institution.

Baca juga: Hutama Karya kantongi komitmen INA divestasi tiga ruas tol

Menurut Suahasil, pembentukan INA sudah memberikan kemajuan pada berjalannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2020.

“Kita tidak lupa dengan reformasi di UU Ciptaker ini yang memperbaiki 79 UU,” ungkapnya.

Selain INA, kemajuan yang mulai terlihat dari implementasi UU Ciptaker yakni On-line Unmarried Submission (OSS), implementasi upah dan program jaminan kehilangan pekerjaan, perbaikan kelembagaan melalui pembentukan Kementerian Penanaman Modal, revisi peraturan perpajakan, empat zona ekonomi khusus baru, serta daftar positif investasi untuk meningkatkan sektor prioritas.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *