Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut Indonesia akan menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan melanjutkan reformasi struktural setelah COVID-19 dalam Pertemuan Para Menteri Keuangan Asia-Pacific Financial Cooperation (APEC) keke-29 di Bangkok, Thailand.

“Bagi Indonesia, penting untuk menemukan sumber pertumbuhan baru dan melanjutkan reformasi struktural, termasuk pembangunan infrastruktur,” katanya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Minggu.

Indonesia pun menerapkan tiga go out technique yaitu mengembalikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat kembali ke stage sebelum pandemi, mendapatkan likuiditas untuk financial institution sentral, dan mengembalikan kebijakan prudential supervisory setelah pengetatan karena COVID-19

“Ketiga go out methods tersebut perlu dikoordinasikan, termasuk dukungan dari mitra pembangunan, dan dikomunikasikan dengan baik, serta perlu untuk menjaga diskusi dengan negara lain mengenai go out technique yang memadai,” katanya.

Pertemuan Para Menteri Keuangan ke-29 APEC (The twenty ninth APEC FMM) dipimpin oleh Menteri Keuangan Thailand H.E. Arkhom Termpittayapaisith di tengah peningkatan risiko ekonomi seperti fragmentasi geopolitik, volatilitas harga energi dan pangan, gangguan rantai pasokan, pelemahan pertumbuhan ekonomi, pengetatan kondisi keuangan, dan perubahan iklim.

Pada Keketuaan APEC 2022, Thailand mengusung dua time table prioritas untuk jalur keuangan, yaitu pembiayaan berkelanjutan dan ekonomi virtual.

Indonesia juga menyampaikan dukungannya terhadap time table prioritas Thailand untuk pembiayaan berkelanjutan.

“Indonesia baru saja memperbaharui Nationwide Decided Contribution (NDC) menjadi 31,89 persen dengan sumber daya domestik dan 43,2 persen dengan dukungan internasional,” ujar Suahasil.

Indonesia akan terus melanjutkan komitmen untuk menurunkan internet 0 emission pada tahun 2060 atau lebih awal, bekerjasama dengan ADB melalui pembentukan Power Transition Mechanism (ETM) nation platform dan rencana penerapan peraturan perpajakan baru yang mencakup pajak karbon.

Di sela-sela kunjungan kerjanya di Bangkok, Suahasil juga melakukan beberapa pertemuan dengan mitra bilateral, seperti US Deputy Secretary of Treasury, Menteri Keuangan Hong Kong, State Minister of Finance Jepang, dan Menteri Keuangan Thailand, untuk membahas perkembangan perekonomian terkini dan dukungan terhadap time table keketuaan ASEAN Indonesia 2023.

Baca juga: Menkeu: Implementasi reformasi struktural masih jadi pekerjaan rumah

Baca juga: Sri Mulyani: RI terbukti bisa manfaatkan momentum untuk reformasi

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *